TERUNGKAPP! Ini Penyebab Harga Ayam Anjlok Hingga Rp 6.000 Per Kg di Tengah Wabah C0R0NA..

Sejumlah peternak ayam di sejumlah daerah di Indonesia mengeluhkan jatuhnya harga jual ayam di tingkat peternak.

Pada kondisi normal, harga ayam di kandang berada di kisaran Rp 18.000-19.000 per kg.

Namun kini di Jabar berkisar antara Rp 6.000-9.000 per kg.


“Tapi kenapa harga di pasaran masih tinggi di angka Rp 30.000an,” ujar peternak di Kuningan, Jawa Barat, Muhammad Miftahudin saat dihubungi Kompas.com, Selasa (14/4/2020).

Miftah menjelaskan, turunnya harga ayam di tingkat peternak terjadi sejak awal merebaknya wabah corona di Indonesia.

Kondisi semakin buruk, setelah kampanye work from home (WFH) gencar disampaikan.

Bahkan kini harga semakin jatuh setelah beberapa daerah menerapkan PSBB.

Over Supply, Demand Berkurang, Mafia Pangan
Dia menduga, turunnya harga ayam disebabkan over supply pada perusahaan besar. Sedangkan demand-nya berkurang karena kebijakan PSBB.

Selain itu, turunnya harga jual ayam di tingkat peternak diduga akibat ulah mafia pangan yang ingin ambil untung di tengah wabah. Sebab harga ayam di pasaran masih tinggi.

“Saat kami jual langsung ke masyarakat, ternyata laris manis. Ini artinya, ada masalah di tengah. Kalau memang karena corona daya beli ayam sepi, mestinya tidak laris, dan harga di pasaran turun. Ini harganya tetap tinggi,” beber dia.

Terancam Gulung Tikar
Untuk mengurangi kerugian, ia menjual langsung ayamnya ke masyarakat dengan harga Rp 25.000 per ekor. Namun ia tidak tahu bisa bertahan sampai kapan.

Bila terus berlangsung seperti ini, usahanya terancam tutup. Untuk itu ia berharap ada bantuan solusi dari pihak terkait seperti pemerintah.

Hal serupa disampaikan peternak dari Banten, Iwan. Ia menjual langsung ayam siap potong ke masyarakat dengan harga di bawah harga pasar.

Bahkan ada peternak yang membagikan secara gratis.

Sumber: kompas.com