Bocah 8 Tahun ini Sejak Bayi Minum Susu Campur Sabu Sabu

 Heboh! Bocah 8 tahun di Nunukan, Kalimantan Utara berkali-kali diamankan polisi atas kasus kriminal pencurian.

Kapolsek Nunukan Iptu Randya Shaktika bahkan mengungkapkan bahwa bocah berinisial B itu tidak pernah merasa kapok ataupun takut.


Ironisnya, perilaku B ternyata tidak lepas dari peran orangtuanya.

Selain menjadi korban ketidakpedulian dan kurang kasih sayang dari orangtua lantaran sudah beberapa tahun ayahnya mendekam di Lembaga Permasyarakatan (Lapas) akibat kasus narkoba, dan sang ibu yang selalu fokus bekerja sebagai buruh ikat rumput laut untuk memenuhi kebutuhan hidup.

Juga kebiasaan ayahnya yang suka mencampurkan narkoba jenis sabu ke dalam susu yang dikonsumsi B.

“Jadi sejak bayi umur dua bulan sudah dicekoki sabu-sabu, dicampur susunya dengan sabu-sabu, alasannya supaya tidak rewel. Itu membuat pola pikir anak terganggu, B kan anaknya tidak memiliki rasa sakit dan tidak ada rasa takut, tidak ada yang dia takuti, ironi sekali memang,” kata Kapolsek, dilansir dari TribunStyle.com.

Kasus yang terjadi pada B ini sampai membuat pihak kepolisian dilema.

“Dia enggak pernah bohong, semua dijawab jujur. Cuma memang dia kleptomania dan tidak bisa menghilangkan kebiasaan buruknya itu. Ini menjadi kebingungan kami, di satu sisi tidak mungkin kita masukkan ke tahanan. Di sisi lain kalau kita biarkan bebas, masyarakat resah. Kita bingung harus bagaimana?” tutur Kapolsek.

Bahkan sebelumnya pihak Balai Rehabilitasi Sosial di Bambu Apus Jakarta pun ikut menyerah menangani dan membina B hingga memutuskan untuk memulangkannya.

“Di Bambu Apus dia malah mencuri sepeda orang, uang pembinanya dia curi dan dia belikan rokok dan dibagi-bagi ke teman-teman di sana dan banyak kenakalan lain. Anak-anak nakal yang tadinya sudah mau sembuh di sana kembali berulah dengan adanya B, itulah kemudian dipulangkan,” terang Kapolsek.

“Anak usia segitu tentunya butuh main. Tapi celakanya kita takutkan bisa menularkan kebiasaan buruknya ke anak-anak sebayanya, kita khawatir akan muncul B lain lagi nanti karena dia membawa dampak buruk kepada anak lain. Sekelas Bambu Apus saja sudah menyerah, gimana kita?” ujarnya.