Jual Agama, Aisha Weddings Berbisnis Jasa Poligami & Nikah Muda, Slogannya: Jangan Pacaran..!!

  

Jasa penyelenggara pernikahan (wedding organizer/WO) Aisha Weddings bikin heboh. Bisnis yang mereka jalankan dianggap bertentangan dengan upaya perlindungan anak dan perempuan yang digaungkan oleh pemerintah. Pasalnya, dengan kedok sebagai WO, mereka mengampanyekan gerakan menikah muda, terutama kepada kaum hawa.

Tanpa tedeng aling-aling, WO tersebut bahkan menganjurkan anak perempuan menikah di rentang usia antara 12 tahun hingga 21 tahun, sembari membawa-bawa nama Tuhan.


"Semua wanita muslim ingin bertaqwa dan taat kepada Allah SWT dan suaminya. Untuk berkenan di mata Allah dan suami, Anda harus menikah pada usia 12-21 tahun dan tidak lebih," demikian ajakan WO tersebut yang tertulis di situs mereka, www.aishaweddings.com.

Pada alinea berikutnya, WO tersebut juga menganjurkan perempuan untuk menggantungkan diri pada seorang pria sedini mungkin.

"Jangan tunda pernikahan karena keinginan egoismu, tugasmu sebagai gadis adalah melayani kebutuhan suamimu. Anda harus bergantung pada seorang pria sedini mungkin untuk keluarga yang stabil dan bahagia. Jangan menjadi beban bagi orang tua Anda, temukan pria lebih awal!" 


Tak cuma itu, WO tersebut juga menganjurkan dan menawarkan jasa poligami dan menikah siri.

"Aisha Weddings percaya akan pentingnya Nikah Siri untuk pasangan yang ingin datang bersama untuk memulai keluarga dengan berkah Allah SWT. Di atas segalanya, kami dengan ketat mengikuti dan mematuhi ajaran Al-Quran sebagai kata suci Allah SWT," demikian kata-kata pengantar di situs WO tersebut, yang diberi judul 'Keyakinan Kami'.


Ada pula poster dan spanduk promosi milik WO tersebut yang ditempelkan di dinding tembok dan sebatang pohon, di suatu tempat yang belum diketahui di mana. Spanduk tersebut secara gamblang berisi kampanye poligami.

Pada spanduk yang ditempelkan di pohon, tertulis, "Aisha Weddings akan merencanakan pernikahan pertama, kedua, ketiga, keempat pernikahan impian Anda."


Pada spanduk lainnya yang ditempelkan di tembok, tertera tulisan, "JANGAN PACARAN, LANGSUNG NIKAH AJA. Jangan persulit diri untuk menikah asalkan memenuhi rukunnya maka udah langsung bisa menikah."


Sementara untuk poster yang ditempelkan di pohon, dijelaskan manfaat poligami, dengan gambar seorang pria bersama tiga wanita.


Lebih lanjut, WO tersebut menyediakan berbagai paket di dalam situsnya, yakni Paket Dasar, Paket Lengkap, Paket Mewah, dan A La Carte.

"Baik Bagi Anak-anak. Usia muda reproduktif timbuh lebih baik, siap, dan sehat untuk memiliki momongan," begitu isi situs tersebut soal manfaat nikah muda.

Sementara itu, Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) dr Hasto Wardoyo menyebut WO tersebut menyesatkan. Ia dengan tegas melarang kampanye pernikahan muda seperti yang dibisniskan oleh Aisha Weddings. 

Di Indonesia, usia ideal perempuan untuk menikah adalah minimal 21 tahun, sementara untuk laki-laki minimal 25 tahun.

"Siapa saja tentu tidak boleh mempromosikan pernikahan muda karena sangat menyesatkan," ujar Hasto.

Hasto menegaskan, pernikahan di bawah umur menjadi hal yang berbahaya bagi kesehatan, terlebih jika wanita hamil di usia yang masih terlalu muda. 

"Banyak risiko akibat kawin dini yang sangat membahayakan baik bagi kesehatan bayi maupun ibu," imbuhnya.