Sempat dicekoki cabai rawit, Bayi Dua Tahun Disiksa Ibu Kandung dan Selingkuhan Hingga Tewas

Polisi menetapkan Yeni dan Rudi Hartono sebagai tersangka atas meninggalnya seorang bayi, anak dari Yeni, yang berusia 2 tahun.

Penganiayaan terhadap anak itu terjadi di Kelurahan Bengkalis Kota, Kabupaten Bengkalis, Riau, pada 23-25 April 2021.

Beragam penganiayaan dilakukan kepada bocah perempuan itu, mulai dari dijambak, penamparan, cubit, dipukul, hingga dicekoki cabai rawit.



Polisi sudah menangkap keduanya, dan kini ditahan di Polres Bengkalis.

Yeni mengakui pernah menampar dan mencubit anaknya. Perempuan asal Sumatera Utara itu menganggap anaknya nakal.

Kemudian Rudi yang merupakan selingkuhannya, sembari minum a*****l, menggertak akan memukul korban pakai selang minyak.

Polisi menyebut, dari keterangan Yeni, pernah melihat Rudi menjambak rambut korban, kemudian mengangkatnya ke atas, dan dijatuhkan ke lantai dua kali.

“Alasan RH karena ada makhluk halus dan roh jahat di tubuh korban,” ungkap Kapolres Bengkalis AKBP Hendra Gunawan, Jumat (30/4/2021).

Rudi juga ternyata pernah menyuruh Yeni mengangkat tangan korban.

Selanjutnya Rudi melemparkan beras dan garam ke tubuh korban.

Rudi mengakui semua perbuatannya yang memperlakukan bayi itu tidak manusiawi.

Kepada polisi, Rudi mengaku menganiaya korban dengan cara diberi cabai rawit yang dimasukkan ke mulut korban karena sering menangis.

“Korban pernah diangkat ke atas lalu dihempaskan ke lantai batu,” sebut Hendra.

Rudi juga pernah memasukkan korban ke kera**ang mainan kemudian diletakkan di kamar mandi.

Pelaku membiarkannya sampai korban berhenti menangis.

Setelah korban diam, baru bayi itu dikeluarkan dari kamar mandi.

Hendra mengatakan, tersangka Yeni dan Hendra dijerat dengan UU Perlindungan Anak dengan ancaman penjara paling lama 20 tahun.

AKBP Hendra Gunawan mengatakan Yeni dan Rudi sudah ditetapkan tersangka kasus penganiayaan anak di bawah umur hingga meninggal dunia.

“Pada Senin sekitar pukul 21.00, mereka berdua pun ditangkap Satreskrim Polres Bengkalis,” kata Hendra.

Kronologi Pengungkapan Kasus

Kasus tersebut terungkap saat Yeni dan Rudi membawa korban ke IGD RSUD Bengkalis yang saat itu sesak.

Dokter melakukan pengecekan, lalu menemukan adanya kejanggalan di tubuh korban.

“Ada luka lebam di sekujur tubuhnya,” ungkap Hendra.

Dokter rumah sakit, lanjut dia, menanyakan penyebab luka di tubuh korban.

Namun Rudi Hartono menjawab korban jatuh di rumah.

Dokter spesialis anak kembali bertanya kenapa di kedua sisi leher korban juga memar.

Mendengar pertanyaan dokter, Rudi emosi sambil mengatakan, “Ibu jangan menuduh saya mencederai anak ini.”

Pada Minggu pukul 12.20 WIB, bayi itu akhirnya meninggal dunia.

Hendra melanjutkan, kejadian itu mendapat perhatian dari pihak rumah sakit dan berkoordinasi dengan Dinas Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Bengkalis.

“Setelah dicek oleh Dinas PPA Bengkalis, korban sudah meninggal dunia. Selanjutnya, dilaporkan ke Polres Bengkalis,” ujar Hendra.