Potong Kucing dan Jual Dagingnya RP70.000 Pria di Medan ini Ditangkap Polisi tapi Kabur Keluar Kota

Kasus penjagalan terhadap kucing-kucing di Jalan Tangguk Bongkar VII, Kelurahan Tegal Sari Mandala II, Kecamatan Medan Denai, Kota Medan, kini memasuki babak baru.

Pelaku yang sebelumnya sudah ditetapkan sebagai tersangka dan sudah ditahan, diketahui berinisial NS. NS si jagal kucing itu diduga adalah Nenok Simanjuntak. 

Sebelum ditahan sejak Jumat, 9 April 2021, NS sempat kabur ke luar kota dan menjadi buronan.


Berkas di kepolisian kini telah dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Medan. Jika berkas diterima Kejaksaan, NS akan menghadapi persidangan, dengan dakwan berupa pelanggaran terhadap Pasal 362 KUHP tentang tindak pidana pencurian dengan ancaman 5 tahun penjara dan terhadap Pasal 406 ayat (2) juncto Pasal 302 ayat (2) KUHP tentang tindak pidana penganiayaan hewan berpemilik hingga menyebabkan kematian.

Tereskalasinya kasus ini sampai ke tingkat Kejaksaan tidak terlepas dari pergerakan yang dilakukan oleh Pejuang Hak Hidup Hewan (PH3).

Mereka mendampingi Sonia Rizkika Rai, pemilik kucing bernama Tayo, yang menjadi salah satu korban penjagalan yang dilakukan MS.

Seperti diketahui, jagat media sosial sempat dibuat gempar oleh kabar tentang adanya pembunuhan sadis terhadap kucing-kucing di Kota Medan. Kucing-kucing dikuliti hidup-hidup, dipotong kepalanya, dan dagingnya dijual ke pasar.

Kabar tersebut dibagikan oleh akun Instagram @soniarizkikarai pada Rabu (27/1/2021). Terbongkarnya kasus ini bermula dari pemilik akun yang mengaku kehilangan kucingnya yang bernama Tayo.

Diceritakannya, Tayo sudah hilang sejak tiga hari yang lalu. Si pemilik, Sonia Rizkika Rai, sudah mencari ke sana-sini namun tak juga menemukan kucingnya.

"Akhirnya ada yang liat kucing saya dimasukkan ke goni sama orang yang katanya udah sering ngambilin kucing untuk dibunuh lalu dijual dagingnya dengan per kg 70.000," tulisnya.

Setelah mengetahui kucingnya dibunuh, Sonia lantas mendatangi rumah si pelaku, yang ia sebut berinisial A, bersama seorang perempuan yang ia sapa dengan Bu Wulan. Ia dan Wulan sempat kesulitan mencari rumah A, sebelum akhirnya diberitahu oleh seorang anak kecil.

Setelah cekcok dengan tetangga pelaku, Sonia diberitahu bahwa ada goni berisikan potongan daging. Pelaku sempat berbohong dengan mengatakan bahwa daging dalam karung itu adalah daging anjing. Namun setelah dibuka, ternyata goni tersebut berisi banyak kepala kucing.

Sonia langsung menangis begitu tahu bahwa salah satu kepala kucing dalam goni itu adalah kepala kucing piaraannya. Tak cuma itu, ada juga kepala kucing yang ia ketahui tengah bunting.

"Ibu wulan yang ada di gambar ngeliat ada goni dan pas ditanyak jawaban mereka itu anjing, tapi buk wulan izin bukak dan setelah membuka nya kami melihat banyak kepala kucing bahkan kucing yang sedang hamil juga adaa, dan setelah itu saya lemas gabisa sambil nangis, lalu buk wulan bilang “nia ini ada kepala tayo” saya pun tak sanggup lagi berdiri dan menangis sejadi jadinya," kisahnya.

Di tengah-tengah tangisnya, seorang pria kemudian menghampiri Sonia dan Wulan sambil marah.

"Bising katanya. Dia maki maki kami juga ditempat dan sempat hampir adu tangan sama buk wulan, dan dia bilang kalau saya ngomong lagi dia bakal ludahi muka saya," kata Sonia.

Tak terima atas apa yang menimpa kucingnya, Sonia lantas sudah melapor ke banyak orang, termasuk kepada pihak kepolisian.